Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

Mikrotik Eksternal Proxy

Mikrotik memang tergolong handal untuk dijadikan router, tapi berdasarkan pengalaman saya tidak cocok untuk dijadikan proxy. Sebelumnya saya sudah pernah bahas tentang setup web-proxy di mikrotik, walaupun bisa dijadikan web proxy akan tetapi routerboard mikrotik memiliki keterbatasan media penyimpanan. Seperti yang kita ketahui salah satu fungsi utama proxy adalah content caching, ini akan membuat browsing menjadi lebih cepat di sisi client. Client bisa mengakses konten  yang sudah tersimpan di cache, jadi tidak perlu mendownload lagi dari situs tujuannya (jika sudah pernah dibuka sebelumnya).


Nah, Cache tersebut di simpan didalam disk, sementara routerboard mikrotik sangat minin media penyimpanan. Jadi untuk membuat jaringan yang lebih powerfull saya menggabungkan Mikrotik Routerboard dengan Proxy Squid di Linux. Jadi semua paket yang masuk ke routerboard akan diarahkan ke PC Proxy, Untuk itu di mikrotik harus disetup firewall tambahan. Berikut perintahnya (asumsi nya proxy squid sudah terpasang dengan baik):


[plain]
[admin@MikroTik] > ip firewall nat chain=dstnat action=dst-nat to-address=192.168.70.9 to-ports=8080 protocol=tcp src-address=!192.168.70.0 in-interface=local dst-port=80
[/plain]


Keterangan:
to-address adalah alamat external proxy server yang sudah disetup
to-ports adalah port proxy


Sekarang silahkan browsing, dan semua paket dari client akan diperiksa terlebih dahulu pada proxy server. :)

Enable SNMP di Mikrotik

Simple Network Management Protocol atau yang disingkat SNMP sangat dibutuhkan untuk monitoring device jaringan, bandwith dan troughput pun bisa di lihat dengan grafik (snmp client tertentu). Ya minimalnya hal standar yang dilakukan untuk monitoring perangkat jaringan kita. Sebelum-sebelumnya saya pernah menulis tentang setup snmp di cisco dan Linux (slackware dan ubuntu). Kali ini di mikrotik, ternyata sangat gampang. Berikut perintahnya:



[plain]
[admin@MikroTik] > snmp set enabled=yes contact=email@admin.nya location=ilkom
[admin@MikroTik] > snmp community add name=ilkom read-access=yes write-access=yes
[admin@MikroTik] > snmp community print
[admin@MikroTik] > snmp set trap-community=ilkom
[/plain]

Selesai, tinggal di setup snmp client nya di komputer monitoring. Ada banyak software snmp client, tapi saya paling sering menggunakan PRTG. Selamat mencoba ;)

Minggu, 05 Agustus 2012

Bandwith Limit dengan Queue Simple

Oke langsung aja ya, karena udah kedinginan di ruang server sendirian pula. Jadi, kali ini kita akan coba limit bandwith per ip user dengan queue simple. Ada dua manajemen bandwith dengan mikrotik, yaitu Queue Simple dan Queue Tree. Queue Simple akan melimit bandwith per IP, sedangkan queue tree akan melimit bandwith lebih dari 1 ip (keseluruhan). Berikut perintah mikrotik nya :



[plain]
[admin@MikroTik] > queue simple add name=limit-client interface=local limit-at=256k/512k max-limit=512k/1M burst-limit=1M/2M burst-treshold=768k/1M burst-time=30s/30s
[/plain]

Perintah diatas akan melimit bandwith user untuk upload 256k dan download 512k. Akan tetapi selama 30 detik, jika bandwith yang tersedia mencapai 1M/2M maka user bisa menggunakan bandwith upload 768k dan download 1M.


selamat mencoba \m/ :)

Minggu, 29 Juli 2012

Setup Radius Server Pada Mikrotik

Melanjutkan posting saya sebelumnya tentang setup captive portal di mikrotik, kali ini saya akan coba share cara membuat RADIUS server nya. Pada postingan sebelum itu kita sudah berhasil membuat portal login untuk user mengakses internet. Akan tetapi disana masih menggunakan local authentication belum radius, dan harus dimasukkan satu persatu user nya secara manual. Ini akan merepotkan jika user kita puluhan bahkan ratusan, jika menggunakan radius kita bisa setup user dengan batch. Kelebihan lain dari Radius, kita bisa membuat tingkatan user profile, misalnya profile mahasiswa (limit speed/download/upload) dan profile dosen (unlimited bandwith) dan banyak lagi.


Oke sekarang kita masuk ketahap pembuatan radius authentication, skemanya saya menggunakan RADIUS pada host yang sama dengan MikroTik OS. Sebaiknya radius ditempatkan pada server/host khusus, tapi karena keterbatasan alat dan server jadi saya akan bahas jika Captive Portal dan RADIUS pada host yang sama. Jika memiliki resource lain, tinggal sesuaikan IP 127.0.0.1 nya dengan IP server Radius nya. Spesifikasi saya masih menggunakan MikroTik versi 5.1.9, Asumsi nya routing dan captive portal sudah terkonfigurasi dengan baik. berikut langkah langkahnya:


Pertama tama kita setup MikroTik Kita Sebagai Radius Server:



[plain]
[admin@MikroTik] > radius add service=hotspot address=127.0.0.1 secret=pass1234
[/plain]

Set profile hotspot kita agar menggunakan radius authentication:



[plain]
[admin@MikroTik] > ip hotspot profile set hsprof1 use-radius=yes
[/plain]

Aktifkan tools user manager agar nantinya kita bisa gampang menambah dan mengedit user dengan browser. Secara default sejak MikroTik v.4 pada user-manager sudah ada user default (username:"admin" pass:"") karena ini agak beresiko sebaiknya kita edit user dan password nya:



[plain]
[admin@MikroTik] > tool user-manager customer print
[admin@MikroTik] > tool user-manager customer edit 0 login
[admin@MikroTik] > tool user-manager customer edit 0 password
[/plain]

Perintah pertama akan menampilkan user list, harusnya ada user admin nomor 0. Perintah kedua dan ketiga akan memunculkan teks editor, tinggal ganti username dan password nya disana. Untuk simpan dan keluar dari teks editor tekan tombol Ctrl+O di keyboard. Selanjutnya kita tambahkan router kita di user manager agar bisa dipakai sebagai RADIUS.



[plain]
[admin@MikroTik] > tool user-manager router add customer=fadhly ip-address=127.0.0.1 shared-secret=pass1234
[/plain]

Perintah Customer=fadhly <-- merupakan username yang tadi sudah diganti dari username standar admin. :) Selanjutnya kita tinggal menambahkan profile dan pengguna portal kita melalui browser di alamat http://alamat-portal/userman tamplannya kira kira sebagai berikut:



Happy MikroTik Networking.. \m/

Sabtu, 28 Juli 2012

Setup Http Transparent Proxy di Mikrotik

Pada udah tau Proxy kan? Proxy merupakan sebuah aplikasi atau servis yang berfungsi untuk menyaring permintaan pada suatu server di jaringan kita. Karena itu proxy bisa melakukan blocking terhadap permintaan tertentu, dan juga proxy bisa menyimpan cache sehingga request yang sama pada suatu server akan diambil dari cache, sehingga performa jaringan akan lebih tinggi. Oke langsung aja ya, berikut langkah langkah untuk setup http proxy (saya menggunakan MikroTik versi 5.1.9) terdapat sedikit perbedaan syntax pada versi yang lain:


Login ke mikrotik anda (seperti biasa saya akan menggunakan terminal), kita enable service proxy dan settingan nya:



[plain]
[admin@MikroTik] > ip proxy set enabled=yes
[admin@MikroTik] > ip proxy set parent-proxy-port=8080
[admin@MikroTik] > ip proxy set cache-administrator=email@admin.com
[admin@MikroTik] > ip proxy set always-from-cache=yes
[admin@MikroTik] > ip proxy set cache-on-disk=yes
[admin@MikroTik] > ip proxy set max-cache-size=unlimited
[/plain]

Langkah selanjutnya kita harus mengkonfigurasi firewall nat agar setiap request ke port 80 akan di redirect ke port proxy kita yaitu 8080



[plain]
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=dstnat dst-port 80 protocol=tcp src-address=192.168.1.0/24 to-port=8080 action=redirect disabled=no
[/plain]

Sebagai tambahan, jika kita ingin menyaring situs tertentu atau kata kunci tertentu bisa menambahkan perintah berikut



[plain]
[admin@MikroTik] > ip proxy access action=deny disabled=no path=*porn*
[admin@MikroTik] > ip proxy access action=deny disabled=no dst-host=*.facebook.com
[/plain]

Setting diatas akan memblok semua request dengan kata kunci --porn-- dan memblok semua request ke situs facebook.com. Semoga bermanfaat ;) Selamat mencoba \m/

Setup Captive Portal di Mikrotik

Apa itu mikrotik? MikroTik RouterOS™ merupakan sistem operasi yang diperuntukkan sebagai network router.Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Saya begitu kenal mikrotik langsung dioprek, tapi karena udah lama banget saya udah lupa lagi, kemarin terinspirasi dengan pelatihan mikrotik yang diadakan dari lab jarkom. Jadi saya penasaran buat ngoprek-ngoprek lagi.


Oke langsung aja ya, kita akan mencoba untuk membuat sebuah router mikrotik dengan captive portal, saya menggunakan command (bukan winbox) Mikrotik v.5.1.9 . Perintah-perintah mikrotiknya saya tulis mulai dari konfigurasi ip address dan routing nya:


Setting Interface Mikrotik (asumsi nya mikrotik sudah terinstall di PC router) login default admin dan password kosong.



[plain]
[admin@MikroTik] > interface print
[admin@MikroTik] > interface set name=internet ether1
[admin@MikroTik] > interface set name=local ether2
[admin@MikroTik] > interface print
[/plain]

Sekarang ehternet/lancard sudah memiliki nama untuk memudahkan setting. Selanjutnya setting IP internet, IP local, gateway, DNS server dan firewall nat:



[plain]
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.70.68/24 interface=internet
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.169.1.1/24 interface=local
[admin@MikroTik] > ip route add gateway=192.168.70.1
[admin@MikroTik] > ip dns set servers=192.168.7.2 allow-remote-request=yes
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=internet src-address=192.169.1.0/24 action=masquerade
[/plain]

 Setting DHCP Server untuk client di local



[plain]
[admin@MikroTik] > ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.169.1.2-192.169.1.100
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server network add address=192.169.1.0/24 gateway=192.169.1.1
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server print
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server enable 0
[/plain]

Setting Captive Portal:



[plain]
[admin@MikroTik] > ip hotspot setup
hotspot interface: local
local address of network: 192.169.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.169.1.2-192.169.100
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns server: 192.168.7.2
dns name: portal.cs
name of local hotspot user: admin
password for the user: password
[/plain]

Terakhir tinggal di coba dari client, maka akan muncul Portal Login di Browser seperti gambar dibawah ini :)


Bisa di test login menggunakan user admin yang dibuat dengan wizzard diatas, selanjutnya untuk menambah user bisa mengunakan perintah berikut:



[plain]
[admin@MikroTik] > ip hotspot user add name=namauser password=passworduser
[/plain]

Selesai membuat captive portal, supaya lebih menarik sebaiknya form login nya di customisasi lagi. Bisa edit di file hotspot/login.html selamat mencoba dan happy networking ;)