Sabtu, 23 Juni 2012

Membuat Ubuntu Menjadi Hotspot

Bukan Android namanya kalau tidak ada koneksi internet, ya begitulah smartphone yang satu ini. Nah, kita semua tau kan kalau android bisa jadi portable hotspot alias thetering. Tapi kebanyakan kita, terutama anak IT malah ingin sebaliknya. Rata rata user sudah memiliki koneksi internet dengan modemnya sendiri, dan untuk menghemat quota biasanya kita mengakalinya dengan membuat laptop kita sebagai hotspot. Kalau dengan OS sebelah yaitu winblows, gampang banget caranya. Ada sebuah program (seperti connectify.me) yang bisa membuat wireless card laptop kita menjadi hotspot agar bisa dipergunakan untuk smartphone kita.


Nah, problemnya saya adalah pengguna linux, bagaimana caranya? mungkin ada juga program yang gampang dan bisa membuat wifi card kita menjadi AP. Tapi saya belum ketemu, dan karena saya senang konsole jadi saya akan share caranya dengan menggunakan konsole aja. Berikut caranya:


Ubah file /etc/sysctl.conf supaya ubuntu kita bisa sharing koneksi, cari baris berikut dan hilangkan tanda comment nya



[plain]
net.ipv4.ip_forward=1
[/plain]

Install paket hostapd dan dnsmasq dari repository. hostapd digunakan untuk membuat wifi card kita menjadi mode Access Point dan DNSmasq untuk DHCP server dan DNS Forwarding nya.



[plain]
$ sudo apt-get install hostapd dnsmasq
[/plain]

Ubah konfigurasi hostapd di /etc/default/hostapd, tambahkan baris berikut:



[plain]
RUN_DAEMON="yes"
DAEMON_CONF="/etc/hostapd.conf"
[/plain]

Buat file konfigurasi hostapd /etc/hostapd.conf dan isi dengan baris berikut:



[plain]
interface=wlan0
channel=3
driver=nl80211
ssid=nama_hostspotnya_mau_apa
hw_mode=g
auth_algs=1
wpa=2
wpa_key_mgmt=WPA-PSK
wpa_pairwise=TKIP
rsn_pairwise=CCMP
wpa_passphrase=password_untuk_koneksi
[/plain]

selanjutnya edit file konfigurasi dnsqmasq /etc/default/dnsmasq cari baris berikut, hilangkan dan tambahkan comment:



[plain]
DNSMASQ_OPTS="--conf-file=/etc/dnsmasq.alt"
#CONFIG_DIR=/etc/dnsmasq.d,.dpkg-dist,.dpkg-old,.dpkg-new
[/plain]

buat file konfigurasi dnsmasq di /etc/dnsmasq.alt dan isi dengan baris berikut (block IP bisa disesuaikan dengan keiginan):



[plain]
interface=wlan0
dhcp-range=192.168.11.11,192.168.11.100,12h
[/plain]

Pasang IP dengan block yang sama pada interface wlan0 kita:



[plain]
$ sudo ifconfig wlan0 192.168.11.1
[/plain]

Restart semua service dan tambahkan rules iptables :



[plain]
$ sudo /etc/init.d/networking restart
$ sudo /etc/init.d/hostapd restart
$ sudo /etc/init.d/dnsmasq restart
$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE -o ppp0 -s 192.168.11.0/24
[/plain]

silahkan di coba scan pada android / laptop lain dan coba koneksi ke hotspot baru ini. semoga berhasil ;)

Selasa, 12 Juni 2012

Mengaktifkan Mod Userdir apache2 pada Ubuntu

Langsung aja ya, karena udah malam dan udah mulai ngantuk. Mod Userdir pada apache digunakan untuk membuat salah satu folder pada home directory user menjadi public dan bisa di akses melalui apache. Ketika kita menggunakan mod user dir, maka nanti user akan memiliki satu site pribadi nya seperti http://cs.upi.edu/~fadhly/ . Nah caranya kalau di ubuntu jadi sangat mudah karena ubuntu punya tools apache seperti a2enmod, a2ensite, a2dissite dsb. berikut langkah langkah nya:




  • buat sebuah folder dengan nama public_html pada home directory dan setting permission nya


[plain]
mkdir /home/fadhly/public_html/
chmod -R 775 /home/fadhly/public_html [/plain]

  • aktifkan mod userdir dengan perintah


[plain]
sudo a2enmod userdir
[/plain]

  • untuk testing berhasil atau tidak nanti nya, kita bikin sebuah file php. misalnya info.php


[plain]
<?php
phpinfo();
?>
[/plain]

  • edit file php5.conf yang ada di /etc/apache2/mods-available/php5.conf.  cari baris berikut:


[plain]

<IfModule mod_userdir.c>
<Directory /home/*/public_html>
php_admin_value engine Off
</Directory>
</IfModule>
[/plain]

  • ganti menjadi:


[plain]

#<IfModule mod_userdir.c>
#<Directory /home/*/public_html>
#php_admin_value engine Off
#</Directory>
#</IfModule>
[/plain]

  • restart service apache


[plain]
service apache2 reload
[/plain]

  • testing dan coba dibuka di browser dengan alamat site/~user/


http://cs.upi.edu/~fadhly

semoga berhasil :D

Selasa, 22 Mei 2012

Cara Root Android Samsung Galaxy ACE

Root, itu lah super user pada linux, ternyata berlaku juga pada android system. Sebenarnya rooting android fungsi utamanya supaya kita memiliki super user untuk bisa mengontrol penuh hape android kita. Katanya sih rooting android bisa menghilangkan garansi, apa iya? tapi saya ga peduli ah yang penting bisa belajar. Oke, ini alasannya kenapa kita perlu melakukan rooting hape:




  1. Kita mempunyai kontrol penuh terhadap android.

  2. Memungkinkan kita untuk membackup system.

  3. Mampu menjalankan aplikasi2 yang membutuhkan root.

  4. Install Custom ROM

  5. Save space memori telepon (install aplikasi full di SD card)


Oke langsung saja ya, rooting saya implementasi di G-Ace dengan Android 2.3.4 (Gingerbread). Caranya:

  • Download file UDP_1.zip 

  • Copy file yang UDP_1.zip tersebut ke dalama memori card (SD Card)

  • Matikan Handphone

  • Tekan dan tahan tombol Home dan Power secara bersamaan, tunggu sampai logo samsung muncul


Akan muncul tulisan recovery mode kira kira seperti berikut:


[plain]

Android system recovery <3e>
Android System recovery Utility

reboot system now
apply update from sdcard
wipe data/factory reset
wipe cache partition
test redbend fota [FS]
[/plain]



  • Pilih apply update from sdcard , untuk memindahkan kursor nya keatas dan kebawah gunakan tombol volume

  • Tekan tombol home untuk OK.

  • Pilih file UPD_1.zip yang sudah dipindahkan ke MMC tadi.

  • Tekan tombol home untuk OK dan tunggu proses update nya.

  • Setelah selesai, pilih reboot system now.


Untuk memastikan proses root berhasil, silahkan cek akan ada aplikasi baru yang namanya SuperUser di menu android kita. selesai deh ;) selamat mencoba semoga berhasil :D

Minggu, 20 Mei 2012

Lock Jaringan Android 3G only (Galaxy ACE)

Pertanyaan yang selalu muncul di benak saya sejak saya punya hape android ini, gimana ya caranya supaya jaringan nya diam di 3G alias 3G only. Kalau di Blackberry sih ada settingannya langsung, nah entah kenapa di beberapa hape android ada dan beberapa tidak ada settingannya. Seperti di G-Ace milik saya, hanya ada satu option "Use 2G network only" tapi tidak ada "Use 3G network only, atau 3G prefferd". Ternyata dari pabrikan settingan awalnya adalah GSM/CDMA (auto), Nah dari situ juga saya tau kalau ternyata hape saya bisa CDMA. Oke Caranya gampang banget, ada settingan tersembunyi di android (mungkin saya yang baru tau, maklum newbie) :




  • Buka dial pad dan ketik  *#*#4636#*#*

  • Akan muncul menu tersembunyi, lalu pilih Phone Information

  • Scroll kebawah dan nanti akan muncul pilihan jaringan, tinggal ganti ke "WCDMA Only" atau "WCDMA Preffered" Kalau saya pilih WCDMA preffered, karena kalau WCDMA only  nanti hape tidak akan dapat jaringan jika di daerah tersebut tidak ada 3G nya.

  • Tepat dibawah pilihan signal ada tombol "Turn off radio" tunggu sebentar kemudian "Turn on radio" kembali

  • Maka di samping kiri signal bar bertahan pada sinyal 3G atau H, yang menandakan WCDMA atau HSDPA.


Tutorial ini baru saya test pada samsung G-ACE, yang lain belum saya coba. Semoga bermanfaat ;)

 

Memindahkan App Android ke SD (tanpa root-ing)

Siapa yang tidak kenal android, OS untuk hape yang lagi marak2 nya. Karena Android berbasis unix/linux saya tertarik untuk mencobanya ( HP saya Samsung Galaxy ACE). Oke langsung ke masalahnya ya, aplikasi untuk android sangat banyak sekali tapi masalahnya sebagian besar aplikasi android di install di memori internal hape. Sejak diperkenalkannya Ginggerbread, aplikasi android sudah bisa di install di memori external (SD Card), akan tetapi tidak semua aplikasi bisa dipasang di sana.


Kemudian ada yang mengembangkan aplikasi app2sd yang bisa memindahkan aplikasi yang terpasang di memori internal ke SD card, lagi lagi masalahnya tidak bisa semua aplikasi dipindahkan. Banyak tutorial di internet untuk memindahkan aplikasi android ke SD card, tapi hape android kita tersebut harus di root dulu (kasar nya di hack/bajak). Masalahnya melakukan rooting akan menghilangkan garansi. Memori internal di bebaskan karena akan berpengaruh pada performance hape, jadi kalau memori internal penuh hape akan menjadi semakin slow.


Setelah searching saya menemukan cara untuk memindahkan aplikasi pada memori internal ke eksternal, dan merubah default install nya ke SD card (tanpa harus melakukan rooting hape). Berikut caranya:




  1. Pasang Android SDK pada komputer/laptop. Bagi yang belum punya bisa download di sini

  2. Setelah download install aplikasi SDK tersebut.

  3. Install Driver hp, biasanya ada pada CD driver didalam dus hape pada saat pembelian.

  4. Hubungkan HP dengan Laptop/Komputer menggunakan kabel USB.

  5. Pastikan Laptop/Komputer terkoneksi dengan internet, bisa saja menggunakan thettering pada hape.

  6. Buka aplikasi Android SDK, lalu install "Android SDK platform tools" akan terlihat pilihannya, ceklis dan install package.

  7. Selesai install, buka CMD lalu cari adb.exe pada folder instalasi android SDK. Kalau di saya ada di C:\Program Files\Android\android-sdk\platform-tools\

  8. Eksekusi adb dengan mengetik perintah adb shell

  9. Lalu ketikkan command  pm setInstallLocation 2 dengan command ini membuat device anda memindahkan app yang terinstall ke SD Card dan saat anda mendownload aplikasi dari market maka default penyimpanan aplikasi adalah pada SD Card.

  10. Kita bisa mulai memindahkan aplikasi manual dengan memilih menu pada hape. Setting-->Application-->Manage Application  atau bisa juga dengan menggunakan aplikasi app2sd (kalau sudah install ini).

  11. Kalau ingin mengembalikan default install device anda ke internal storage maka ketikkan command pm setInstallLocation 0


Selamat mencoba, semoga bermanfaat ;) Happy Android \m/

Kamis, 03 Mei 2012

Mount Partisi FreeBSD di Linux (ubuntu)

FreeBSD, bagi admin server pasti senang dengan operating system yang satu ini karena terkenal dengan stabilitas dan kehandalannya. Termasuk saya, menggunakan FreeBSD untuk salah satu server yang saya pegang. Tapi sial nya, server itu rusak dan motherboardnya gosong. Data di dalam server itu sangat penting dan mau ga mau harus di ambil, ya terpaksa lah saya pasangkan hardisk itu di komputer lain. Masalahnya, partisi FreeBSD menggunakan filesystem tersendiri dan tidak bisa di automount (kasusnya saya menggunakan ubuntu variant) Nah, untuk membaca partisi hardisk tersebut bisa menggunakan perintah berikut:


[plain]
# mount -t ufs -r -o ufstype=ufs2 /dev/sdx /mnt/freebsd
[/plain]


x menyatakan nomor hardisk , biasanya kalau sudah ada hardisk local maka hardis freebsd tersebut akan menjadi sdb. Kalau ada dua hardisk local akan menjadi sdc, dst. :D

Rabu, 25 April 2012

Setting 1242AG LWAPP to Autonomous

Halo semuanya, sudah hampir sebulan saya tidak menulis di blog, padahal banyak yang ada dikepala ini yang ingin di curahkan kedalam bentuk tulisan. Tapi waktu yang sempit membuat blog ini agak sepi content, mumpung ada kesempatan saya mau share seputar cisco device lagi. Sebelumnya saya pernah menulis tentang konfigurasi Access Point Cisco 1242AG di blog saya ini, tapi ada yang berbeda dengan Cisco 1242AG sekarang. Kebetulan FPMIPA UPI memiliki sebuah AP 1242AG yang baru dan ternyata setup untuk device baru ini sangat berbeda jadi pusing banget.


Bagaimana ga pusing, bayangkan saja sebuah device cisco tidak bisa menggunakan perintah "configure terminal' padahal sudah pada privileged exec mode. kalau perintah 'conf t' tidak ada lah lantas apa yang mau di setting? Hampir 3 jam saya utak-atik bersama teman-teman admin, akhirnya ketemu masalahnya. Ternyata Cisco 1242AG tersebut memiliki 2 buah mode yang sangat jauh berbeda, yaitu:




  1. Lightweight Access Point (LWAPP) : mode seperti ini membuat device tersebut bukan sebagai node pada jaringan, hotspot akan kita konfigurasi dengan IP DHCP dan mempunyai kontroller nya sendiri yang merupakan node asli nya. Mode seperti ini bisa dibilang sebagai mode pemancar saja. Mode lightweight tidak memliki perintah IOS secara lengkap, ini yang membuat perintah2 configure tidak bisa digunakan.

  2. Autonomous Access Point : mode seperti ini membuat adalah mode access point pada umumnya, pada infrastruktur ini hotspot akan terkonfigurasi seperti access point pada umumnya. Device kita akan menjadi sebuah node di jaringan yang memiliki ip tersendiri dan tidak menggunakan controller. Mode Autonomous memiliki perintah IOS lengkap dan kita bisa melakukan konfigurasi seperti cisco device biasa.


Untuk itu, saya sarankan bagi pembaca yang ingin membeli device cisco khususnya AP 1242AG agar berhati2 jika tidak ingin kerepotan merubah dari LWAPP ke autonomous. karena setting dan konversi seperti ini adalah downgrade dengan flashing ulang device cisco kita yang bisa berakibat fatal. Oke, saya rasa penjelasannya cukup, selanjutnya kita akan coba convert AP 1242AG dari LWAPP ke mode autonomous. Berikut langkah-langkahnya;




  1. Proses flashing menggunakan service TFTP, jadi siapkan sebuah PC yang sudah menjalankan server TFTP. Atau bisa juga menggunakan software2 TFTP gratisan yang tersedia di google (saya menggunakan tftpd32).

  2. Download file flash (firmware) AP 1242AG yang autonomous, atau bisa download dari link berikut.

  3. Setelah selesai download file tersebut, simpan di direktori root TFTP dengan nama defaultyaitu c1240-k9w7-tar.default

  4. Setting IP PC tersebut menjadi blok IP 10. misalkan antara 10.0.0.2 sampai 10.0.0.30 , terserah yang mana (ambil salah satu dan jangan yang 10.0.0.1 karena itu akan dipakai oleh device AP 1242AG)

  5. Hubungkan kabel RG45 ke AP 1242AG dan ke PC tersebut

  6. Tekan dan tahan tombol mode yang ada di dekat lampu indikator, sambungkan adaptor/power (dan tetap tahan tombol tersebut sampai lebih kuran 20 detik)

  7. Setelah 20 detik lepaskan tombol dan tunggu, perhatikan lampu LED indikator harusnya blinkink. jika menghubungkan kabel konsole akan terlihat pesan bahwa device di reset menjadi IP 10.0.0.1 dan downloading image IOS yang ada di PC.

  8. Tunggu sampai proses selesai dan device akan restart sendiri


Setelah restart, silahkan login kembali ke konsole cisco dan ketik perintah enable , lalu masukkan password default cisco yaitu : Cisco setelah masuk ke privileged exec mode, silahkan ketik conf t atau configure terminal. seharusnya sudah bisa masuk ke cisco IOS command. Untuk setting selanjutnya bisa menggunakan tutorial saya yang lama di sini. semangat \m/